Berbagi Inspirasi dan Wujudkan Potensi dalam Bincang Talenta Berprestasi dengan Mendikbudristek

Jakarta, AYI (14/5/2024) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional menyelenggarakan acara Bincang Talenta Berprestasi dengan Mendikbudristek dengan tema “Berbagi Inspirasi, Lanjutkan Budaya Merdeka Berprestasi” di Jakarta, Senin (13/5).

Acara diawali sesi gelar wicara oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Terkait pengembangan potensi dan pengaruh lingkungan sekitar terhadap prestasi yang dicapai, Nadiem menyampaikan bahwa prestasi bukan capaian individu. Prestasi butuh dukungan dari banyak pihak, seperti orang tua, institusi, dan lingkungan sekitarnya yang lain. “Prestasi juga harus memiliki manajemen, insentif, serta dukungan oleh pemerintah untuk dapat merealisasikan potensi yang ada,” ujar Nadiem.

Nadiem pun mengungkapkan visinya ketika menjabat sebagai menteri dan realisasi program yang diwujudkan. “Mimpi saya adalah bagaimana kita meraih imajinasi pendidikan kita bukan sebagai pabrik manusia tetapi sebagai tempat pembelajaran dan tempat membesarkan potensi setiap anak,” ucapnya.

Menanggapi persoalan tentang prestasi yang tidak sejalan dengan prospek karir, Nadiem menanggapi tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Melihat banyaknya mahasiswa dengan prodi yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya, Kemendikbudristek menciptakan program  Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencicipi hal-hal di dunia industri atau di daerah yang berbeda dari universitas asalnya.

Menurut Nadiem, dampak terpenting dari prestasi adalah mengubah kepercayaan diri masing-masing. “Buat saya, perasaan dan kemajuan itulah yang lebih penting. Daripada kita bingung prestasi saya tidak nyambung dengan karir, tidak perlu stress dan khawatir, yang terpenting kita sudah belajar, bertempur, berani berkompetisi, dan memiliki kepercayaan diri bahwa kita bisa meraih sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Nadiem juga membahas mengenai tantangan terbesar selama menjabat untuk program Merdeka Belajar bagi daerah terpencil. Ia harus memastikan dukungan dari sisi anggaran sesuai dengan tingkat sosial dan ekonomi daerah tersebut. Sebagai contoh, perekonomian rendah di Maluku diberikan anggaran lebih banyak daripada siswa di Jakarta. Berkaitan dengan literasi rendah yang dapat menghambat karir siswa di sana, menjadikan program literasi menjadi fokus utama Kemendikbudristek dengan mengirim buku-buku kepada siswa SD dan PAUD untuk guru-guru bacakan.

Di akhir acara, Nadiem juga membagikan aktivitas menarik selama ia menjabat. ”Saya bertemu dengan guru dari daerah di luar Jawa yang pertama kali menyadari tugas mereka sebagai guru, dan melihat adanya perubahan mindset pada guru-guru, untuk membangun pelajaran dan menjadikan anak murid cinta atas pelajaran.”

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Instagram

Most Popular